Monday, May 9, 2011

Sleep Paralysis (Ketindihan pada saat Tidur)

Ok Guys, kita bahas cerita yang agak spooky nih. Kalian pernah ngalamin "ketindihan" pada saat tidur ga? Apa kalian pernah terjaga dari tidur, namun kemudian kalian tidak bisa menggerakkan tubuh kalian? nah itu yang disebut Sleep Paralysis, kalo orang Indonesia menyebut ini dengan sebutan "ketindihan". Ketindihan apa?ketindihan setan katanya sih. Kenapa saya menulis artikel ini? karena saya sendiri sering mengalami "ketindihan", minimal seminggu bisa 3 kali saya mengalaminya. Karena sering mengalami fenomena ini, jadinya saya penasaran untuk mencari jawaban atas fenomena ini. Yuk kita bahas, kali aja bisa nambah wawasan. Artikel ini saya dapatkan dari berbagai sumber, seiring dengan keingin-tahuan saya untuk menjawab fenomena yang sering saya alami ini. Semoga bermanfaat.


Tidur

Jadi gini guys, sebelum kita masuk ke dalam bahasan penyebab sleep paralysis, kita harus mengenal dulu tidur itu sendiri. Tidur adalah kegiatan penting yang tanpa kita sadari telah menghabiskan kira-kira sepertiga dari umur kita. Hampir semua makhluk hidup akan menjalani tidur, caranya beraneka ragam. Secara ilmiah, tidur itu terdiri dari 4 tahap Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan 1 tahap Rapid Eye Movement (REM), jadi totalnya ada 5 tahap dalam tidur. Fase 1-2 NREM adalah fase tidur ringan, sementara fase 3-4 NREM adalah fase tidur nyenyak/ tidur dalam. Sementara fase REM adalah fase pada saat kita bermimpi.

Kita mulai dar Fase NREM :

  1. Fase 1 NREM   : Fase ini adalah fase tidur paling ringan dan sering tidak disadari. Contohnya di ruang meeting yang membosankan, tidak sadar tertidur tiba-tiba ditoyor bos. (*curcol.. :P ). Pada fase ini, otot tubuh jadi lemas dan santai, mata menutup, tapi sering juga  dengan konstraksi otot yang tiba2. Pada saaat konstraksi otot inilah, kita merasa seperti akan terjatuh. Ini yang sering membangunkan kita secara tiba2.  Ada yang menyebut fase satu ini sebagai "tidur ayam", meskipun tidak ada sanggahan dari kaum ayam. Normalnya, fase ini akan berlangsung selama 10 menit. Tapi pada orang yang tidurnya terganggu, fase ini bisa berlangsung selama 30 menit, bahkan 2 jam. Orang yang gagal melewati fase 1 ini, tidurnya jadi kurang optimal.
  2. Fase 2 NREM     : Setelah kita melewati Fase 1, maka kita akan masuk fase 2. Detak jantung melambat, tekanan darah dan suhu tubuh menurun. Tapi kita masih bisa terbangun. Setelah dewasa, separuh tidur kita akan berada dalam fase ini. Di fase ini, tubuh mulai mereparasi sel yang rusak. Fase 2 biasanya berlangsung selama 10 - 25 menit, biasanya diselingi dengan lonjakan kegiatan sel otak secara temporer, tapi ini masih bukan mimpi.
  3. Fase 3 NREM       : Dari Fase 2, maka akan langsung masuk fase 3. Fase 3 ini berlangsung sangat pendek, hanya sekitar 5 menit saja. Namun, pada fase ini, orang mulai susah dibangunkan. Karena fase ini hanya sebentar, maka banyak ilmuwan yang tidak mengakui fase ini. Makanya, ada beberapa ilmuwan yang bilang kalau tidur cuma 3 fase NREM + 1 fase REM. Artikel National Geographic pernah menulis bahwa tidur hanya melewati 3 fase NREM + 1 fase REM. Tapi tidak apa-apa, sama aja kok.
  4. Fase 4 NREM        : Fase 4 ini adalah fase tidur paling dalam, paling nyenyak dan bahkan hampir mustahil untuk dibangunkan. Fase 4 ini adalah puncaknya tidur (note: kalo mau jahilin orang, fase ini paling cocok.. :P). Pada fase ini, reparasi sel tubuh paling banyak terjadi, fase 4 ini berlangsung sekitar 20-40 menit. Sebelum pindah fase. Fase 4 ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, kalo kita begadang dan tidur cuma 1-2 jam saja, maka tubuh akan protes. Tubuh akan mensabotase kegiatan harian kita, badan lemas dan tekanan darah kacau. Pada fase 4 ini, gangguan tidur mulai terjadi, yang paling  Sleepwalking, jadi orang berjalan sambil tidur, ini artinya dia tidur sangat lelap. Tapi, Sleep Paralysis tidak terjadi pada fase ini.
  5. Fase REM               : Setelah kita melewati 4 fase NREM, kita akan masuk fase REM. Fase ini adalah fase dimana kita mulai masuk ke dalam mimpi. Fase ini berada antara tidur dan terjaga. Biasanya bola mata kita bergerak-gerak. Fase ini sebenarnya baru ditemukan pada tahun 1952, oleh Eugene Aserinsky. Pada saat itu, Eugene memperhatikan mata orang yang tidur ternyata bergerak-gerak dan tubuh jadi aktif. Dan benar saja, pada saat dibangunkan orang itu mengaku sedang bermimpi. Fase ini berlangsung sekitar 5-10 menit saja. Biasanya akan berlanjut ke fase 1 & 2, sebelum kemudian memulai siklus baru. Pada fase ini, gelombang otak tiba-tiba menjadi aktif, denyut nadi suhu tubuh dan metabolisme meningkat, bisa dikatakan hampir seperti kondisi sadar. Pada fase ini, pria bisa mengalami ereksi dan pada wanita akan mengalami pembesaran klirotis akibat peningkatan darah secara tiba-tiba walaupun sedang tertidur. Karena berbatasan dengan alam sadar, maka biasanya pada fase ini kemungkinan kita akan terbangun, biasanya disertai perasaan lelah ataupun tegang. Bila tidak terbangun, siklus baru dimulai. 75-85 % waktu tidur kita, ada dalam fase Non-REM dan sisanya fase REM/ Mimpi.
Nah itu sedikit penjelasan mengenai tidur, sekarang kita mulai masuk ke Sleep Paralysis.

Penyebab

Ada banyak teori yang berkembang mengenai penyebab Sleep Paralysis ini, dari ilmiah sampai yang menyangkut mistis. Akan saya bahas beberapa teori yang saya tau aja yah.
  1. Trauma  : Ada beberapa pendapat ahli yang melakukan study, bahwa orang yang pernah mengalami trauma di masa lalu, akan sering mengalami sleep paralysis. Penelitian terhadap orang-orang kamboja yang menjadi pengungsi perang, tercatat sering mengalami sleep paralysis. Bahkan bisa 3 kali dalam seminggu. Para penderitanya mengaku melihat "hantu-hantu", ada yang merasa dicekik oleh hantu, didatangi oleh arwah keluarganya yang meninggal, dll. 
  2. Cemas Berlebihan : Orang-orang yang seringkali cemas atau mengalami gangguan social anxiety lain juga seringkali mengalami sleep paralysis disertai gejala-gejala halusinasi lainnya.
  3. Kelelahan/ Kurang Tidur   : Kelelahan dan kurang tidur juga dipercaya bisa menjadi penyebab sleep paralysis, entah kenapa saya merasa teori ini yang paling masuk akal, karena beberapa kali saya mengalami sleep paralysis karena kecapekan, biasanya setelah perjalanan jauh dari semarang-bandung (9 jam), dll. Jadi, dalam teori ini disebutkan bahwasleep paralysis terjadi akibat malfungsi tidur yang terjadi pada fase REM. Ketika kondisi tubuh terlalu lelah, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya (saya jelaskan di atas). Jadi dari keadaan sadar, kemudian memasuki fase 1, dan langsung melompat ke fase REM. Dan ketika otak terbangun dari fase REM, sementara tubuh kita belum terbangun, pada saat inilah terjadi Sleep Paralysis. Kita merasa sadar, sementara tubuh tidak bisa digerakkan. 
  4. Ditindih Hantu  :Nah ini teori para pemilik indra ke-enam, percaya atau tidak, mereka yang memiliki indra ke-enam seolah sepakat mengatakan bahwa sleep paralysis diakibatkan oleh ketindihan makhluk halus. Saking penasarannya, saya pernah menguji beberapa kawan yang memiliki indra ke-enam, untuk menerawang saya pada saat sleep paralysis, ternyata jawabannya sama, saya ditindih makhluk halus, dan detail bentuk makhluk halus yang mereka gambarkan ternyata sama.
Mulai serem? tunggu dulu. Pencarian saya untuk memecahkan misteri sleep paralysis ini tidak cukup sampai disini. Saya masih percaya teori nomor 3, karena teori ini yang paling masuk akal. Saya juga tidak bisa menyebut teori lain salah, karena beberapa diantaranya ada benarnya, terutama teori nomor 4.

Benarkah ada unsur Mistis dalam Sleep Paralysis?

Karena saya mengenal beberapa kawan yang memiliki kemampuan indra ke-enam, dan semuanya sepakat untuk mengatakan sleep paralysis itu diakibatkan oleh makhluk halus, maka pencarian jawaban untuk masalah yang saya alami semakin seru dan masuk ke ranah mistis. Saya sendiri adalah orang yang realistis, saya tidak percaya makhluk halus, meskipun beberapa kali saya mengalami peristiwa aneh maupun penampakan aneh, namun saya menganggap itu hanya halusinasi.

Diantara teman saya yang memiliki indera ke-enam itu, salah seorang diantaranya adalah teman dekat saya. Teman saya ini sampai sekarang giat sekali mencoba membuat saya percaya terhadap hal-hal gaib, dia berusaha meyakinkan saya bahwa ada dunia makhluk halus yang seringkali bersinggungan dengan dunia kita. Beberapa kali dia mencoba membuktikan hal itu, namun saya tetap saja tidak percaya. Saya percaya bahwa dunia makhluk halus itu memang ada, tapi kalau sampai mereka mengganggu kita, itu tidak benar, saya yakin bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna, dan sudah selayaknya makhluk halus itu yang takut dan tunduk pada kita. Karena perbedaan pendapat ini, kami berdua seringkali berdebat sengit.

Terkait dengan sleep paralysis ini, teman saya bilang kalau hantu yang sering mengganggu saya pada saat tidur itu berbentuk seperti wanita, ada juga yang berbentuk seperti genderuwo. Namun, saya masih belum percaya begitu saja, saya masih meyakini teori nomor 3, karena saya anggap sangat realistis dan terbukti secara ilmiah.

Nah dari situ, saya semakin jauh mempelajari fenomena sleep paralysis ini, sampai akhirnya saya menemukan satu lagi fenomena yang menarik terkait dengan sleep paralysis, fenomena itu adalah Astral Projection. 

Astral Projection ini adalah fenomena, dimana seseorang akan merasakan bahwa ruhnya keluar dari tubuhnya sendiri. Level tertinggi dari astral projection ini adalah lucid dream (mengendalikan mimpi), mirip film Inception.

Saya sendiri pernah mengalami Astral Projection, dan sampai sekarang saya masih mempelajarinya. Untuk bahasan ini akan saya ulas pada post berikutnya.

Sekarang kita kembali pada sleep paralysis. Lantas bagaimana caranya mengatasi sleep paralysis? ini beberapa tips dari saya untuk membuat kita segera tersadar dari sleep paralysis tanpa berhalusinasi melihat bayangan aneh (bayangan aneh ini yg disebut "hantu" oleh teman saya).

Tips Mengatasi Sleep Paralysis
  1. Berdoa sebelum tidur. Ingat, salah satu penyebab sleep paralysis ini adalah akibat faktor kecemasan yang berlebihan, dengan berdoa, maka secara psikologis kita akan memperoleh sedikit ketenangan. Karena itu, sleep paralysis kecil kemungkinan akan terjadi pada orang yang berpikiran tenang.
  2. Sleep Paralysis diakibatkan oleh tubuh yang kelelahan, Tidak kompaknya Syaraf Motorik dan Sensorik menyebabkan kondisi diri kita tidak sinkron antara otak dan tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya saat anda kelelahan sekali, jangan langsung tidur, tapi cukup rebahan dan buatlah tubuh anda se-rileks mungkin. Lakukan ini sekitar 20-30 menit, hingga benar-benar rileks, setelah itu anda bisa tidur.
  3. Jika terlanjur mengalami sleep paralysis, saya sarankan tetap tenang, gerakkan jari tangan dan kaki perlahan-lahan. Jangan membuka mata dulu, cukup gerakkan mata ke kanan dan kiri secara perlahan-lahan. Pastikan tubuh anda sudah anda kuasai sepenuhnya, baru setelah itu buka mata anda. 
  4. Kenapa saya sarankan untuk tidak membuka mata? karena kemungkinan anda akan berhalusinasi, anda mungkin akan melihat bentuk-bentuk/ entity2 lain di sekitar anda. Saya sendiri kadang melihat yang seperti ini kalau membuka mata pada saat sleep paralysis, yang terparah saya melihat sosok wanita berambut panjang di atas saya.
  5. Jika anda mulai tersadar, segera minum air putih dan tenangkan diri anda.
  6. Selamat mencoba.. :)
Illustrasi halusinasi yang pernah saya alami

Saya akan ulas mengenai pengalaman Astral Projection saya pada post selanjutnya, ini lebih seru lagi.

*Source : kumpulan berbagai sumber.



No comments:

Post a Comment