Sunday, April 8, 2012

Satu Cinta, Segelas Cappucino

Pertemuan ajaib tengah malam. Saat bulan tepat pada bulatannya. Cerita seorang teman lama  yang haru dan pikuk oleh tawa. Ide yang lama, ide yang bertahun2 terpisah. "Ini malam kita, kawan".

Cerita satu cinta mulai terucap dari mulut sang pendiam, penuh luka, penuh kesedihan dan kepedihan. Kata per kata, kalimat per kalimat tertutur lancar dari mulut sang pemikir. Satu menit berselang, dia lupa akan sedihnya, dia lupa akan pedihnya, luka menganga sedikit tertutup, cukup satu menit. Dia tertawa lepas, seperti bintang jatuh yang meluncur bebas tanpa batas.

Monday, April 2, 2012

Memaknai Jarak


Untukmu yang tak bisa lagi kulihat senyumnya.

Untukmu yang tak lagi hadir dalam ruang dan jarak yang membuat kita bisa saling menjangkau.

Aku tersenyum....

Senyum lembut yang sengaja kukembangkan ketika membaca setiap rasa yang kau bagi dalam 'ruang' yang kau buat sendiri dalam 'duniamu' yang baru, sederhana, namun manis sekaligus perih. Aku memang tidak bisa sekalipun menggapaimu dalam ruang yang sama, namun begitu, dengan keistimewaanmu, Tuhan masih tetap mengizinkan sosok hangatmu berada dalam pikiranku. Mengingatkanku pada hangat dan cerianya wajahmu. Mengingatkanku tentang  senja yang pernah kita habiskan bersama.